FORM PEMESANAN KTI

FORM PEMESANAN KTI
FORM PEMESANAN KARYA TULIS ILMIAH :: melalui sms/WA ketik: infoHARGA Skripsi: email#Jurusan#Kampus/Kota#noHp# send +62 815 16 456 90

Senin, 08 Agustus 2016

10 Oleh-Oleh Khas Jogja yang Paling Populer



Oleh-oleh Khas Jogja

Memang selalu menyenangkan bisa jalan-jalan di kota Yogyakarta terlebih mengunjungi berbagai tempat wisata menarik di Jogja sambil memuaskan lidah dan perut dalam berwisata kuliner megelilingi Jogja. Setelah tiba waktunya untuk pulang, tentunya anda tidak ingin kenangan tentang yogyakarta hilang begitu saja. Nah, salah satu hal yang dapat Anda lakukan agar bisa tetap mengingat Yogyakarta adalah dengan membeli oleh-oleh khas Kota Pelajar ini.  

Penasaran, apa saja oleh-oleh tersebut? Berikut 10 pilihan oleh-oleh khas Jogja yang tidak boleh dilewatkan dan wajib dibeli.

1. Bakpia

Siapa sih yang tidak mengenal bakpia? Camilan ini sudah sangat melekat dan identik di daerah Yogyakarta. Bakpia ini merupakan kue yang dibuat dari adonan tepung terigu berisi kacang hijau dan pemasakannya dengan cara dipanggang. Bakpia juga erat kaitannya dengan budaya Tionghoa. Dulu, bakpia diisi dengan daging babi, namun karena adanya pengaruh Islam di Pulau Jawa, isi bakpia ini kemudian diganti dengan kacang hijau yang telah dicincang dan diberi rasa manis dari gula.



Kini, bakpia telah mengalami banyak perkembangan. Aneka varian rasa pun mulai diciptakan untuk menarik perhatian pembeli. Anda dapat membeli bakpia dengan rasa coklat, keju, durian, kumbu hitam dan berbagai aneka varian rasa lainnya. Bakpia bisa dengan mudah Anda jumpai di kawasan Jln. Malioboro, Pasar Beringharjo dan berbagai pusat oleh-oleh yang ada di Yogyakarta.
 



2. Geplak
Geplak Khas Jogja
Yogyakarta terkenal dengan kulinernya yang memiliki rasa manis, termasuk untuk camilannya. Salah satu oleh-oleh khas Jogja yang patut Anda coba adalah geplak. Geplak ini dibuat dari daging kelapa yang diiris tipis dan dimasak dengan campuran gula. Kini, geplak sudah dimodifikasi sehingga Anda bisa menemukan berbagai varian rasa dan warna cerah menggoda. Rasa camilan Geplak ini sangatlah manis, bahkan bila Anda meminum teh manis setelah menyantap geplak, teh yang Anda minum rasanya akan tawar.



3. Yangko
Inilah kue moci khas Yogyakarta. Yangko merupakan jajanan yang terbuat dari bahan tepung beras ketan dan mempunyai tekstur kenyal dan berisi kacang cincang serta rasanya manis persis kue moci. Tampilan Yangko memang sangat menarik, dengan bentuknya yang kotak dan warna-warni cerah serta adanya taburan tepung. Umumnya satu kotak yangko ini berisi 30 buah dengan rasa yang bervariasi.



Jika Anda berminat, bisa datang ke Yangko Pak Prapto yang merupakan salah satu produsen yangko yang populer di kota Yogyakarta. Yangko Pak Prapto ini juga disebut sebagai yangko generasi pertama karena sudah ada semenjak tahun 1921. Anda bisa menemukan lokasi Yangko Pak Prapto di Jalan Pramuka No. 82, Yogyakarta. Selain di tempat ini, Anda juga bisa menemukan yangko dengan mudah di setiap penjuru kota.

4. Coklat Monggo

Tidak perlu jauh-jauh ke Belgia hanya untuk bisa merasakan sensasi nikmat coklat. Di daerah Yogyakarta, Anda dapat menikmati coklat dengan cita rasa Belgia namanya yakni Coklat Monggo. Coklat Monggo ini diolah dari biji coklat pilihan yang diperoleh dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Pemilik Coklat Monggo ini merupakan pria dari kebangsaan Belgia, sehingga ia mengetahui benar bagaimana cara meracik coklat yang tepat dan bisa menghasilkan rasa yang nikmat khas coklat di negerinya.



Meski pemilik Coklat Monggo ini orang asing, jangan salah, Coklat Monggo tetap memberikan unsur budaya Jawa. Hal ini bisa dilihat dari namanya, "monggo", dalam bahasa Jawa diartikan "silakan". Tak hanya itu, unsur Jawa juga bisa terlihat dari kemasan coklat yang menampilkan gambar wayang. Coklat Monggo juga ramah lingkungan karena kemasannya terbuat dari kertas daur ulang bersertifikat aman untuk kemasan makanan.

Ingin coba, datang saja ke Jalan Dalem KG III/978, Kotagede, Yogyakarta. Di tempat ini, selain bisa membeli coklat Anda juga bisa melihat secara langsung proses pembuatan coklat dari dapurnya yang hanya disekat oleh dinding kaca.

5. Gudeg Kering
 
Anda menyukai gudeg tapi kuatir basi ketika ingin membawa pulang makanan ini? Tenang saja. Anda dapat membawa gudeg kering sebagai oleh-oleh untuk keluarga Anda di rumah. Sebenarnya Gudeg ada dua jenis yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Jika untuk dibawa pulang ke kota asal, sepertinya gudeg kering lebih cocok.
 
Sebetulnya Gudeg kering tidak banyak berbeda dari gudeg basah, hanya saja yang membedakan proses memasaknya pada Gudeng kering membutuhkan waktu yang lebih lama dan rasanya pun cenderung lebih manis dari gudeg basah. Gudeg kering ini dapat bertahan hingga 3 hari, dan sebaiknya disimpan di lemari es.

Salah satu tempat di Yogyakarta yang menjual gudeg jenis ini adalah Gudeg Yu Djum. Letaknya di Jalan Kaliurang 5. Di tempat ini, Anda dapat menikmati gudeg di tempat atau bisa juga memesan paket untuk di bawa pulang. Biasanya Gudeg yang dibawa pulang akan dikemas dalam besek atau kendil, sesuai keinginan Anda.

6. Salak Pondoh
Adanya Gunung Merapi nampaknya memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat Jogja dan daerah sekitarnya. Tanah di beberapa daerah seperti Magelang, Sleman dan Muntilan sangat subur dan cocok digunakan untuk budidaya buah salak pondoh. Salak pondoh mempunyai ciri khas daging yang kering dengan warna putih dan memiliki rasa manis segar. Tentunya jika cuma mencicipi satu buah salak pondoh rasanya tidak cukup.


Batik Khas Jogja
Hal menarik disini yaitu suatu tempat agrowisata salak pondoh yang berada di Kampung Gandung, Bangunkerto, Sleman. Di kawasan lahan seluas 27 hektar ini terdapat perkebunan salak yang dilengkapi dengan taman bermain anak, kolam renang dan juga kolam pemancingan.

Selain bisa membeli salak di kawasan agrowisata, Anda pun juga bisa dengan mudah membeli salak pondoh ini di kios-kios buah yang berada di sepanjang jalan kota.

7. Batik
Batik tidak bisa dilepaskan begitu saja dari khas Yogyakarta. Batik selalu menjadi oleh-oleh yang wajib dibeli oleh wisatawan yang datang ke kota Yogyakarta. Bentuk batik tidak hanya berupa kain dan pakaian. Tapi dengan kreatifitas warga Yogyakarta kini batik bisa diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti tas, sandal dan syal.



Tempat yang dapat dikunjungi untuk membeli batik Jogja tentu saja di kawasan Jalan Malioboro dan Pasar Beringharjo. Selain 2 tempat yang populer ini, terdapat juga Desa Karebet yang merupakan desa wisata penghasil kerajinan batik. Di Desa Karebet ini, Anda bisa melihat batik tidak hanya pada pakaian dan tas. Namun di sini, batik akan tampak lebih menarik karena diaplikasikan di kayu dalam bentuk topeng, gelang dan lain-lainnya.

8. Kerajinan Perak
Kerajinan perak menjadi salah satu jenis oleh-oleh khas Jogja yang wajib dibeli. Untuk bisa mendapatkan kerajinan perak ini, Anda bisa datang ke Kotagede, jaraknya sekitar 5 km dari pusat kota Yogyakarta. Tempat ini dikenal sebagai sentra penghasil kerajinan perak sejak jaman Kerajaan Mataram.




Di Kotagede ini, Anda dapat mengunjungi show room kerajinan perak atau datang langsung ke rumah-rumah pengrajinnya. Bentuk kerajinan perak di sini beraneka ragam mulai dari perhiasan hingga hiasan dinding atau meja. Dari segi kualitasnya pun juga tidak perlu diragukan. Kerajinan perak di tempat ini banyak dikirim ke luar negeri sejak zaman Belanda.

9. Gerabah Kasongan
Gerabah Kasongan merupakan oleh-oleh khas Jogja lainnya yang tidak boleh dilewatkan. Bila sebelumnya Anda sudah berburu kerajinan perak di Kotagede, nah sekarang saatnya Anda berburu kerajinan dari tanah liat di Desa Kasongan.



Gerabah khas Desa Kasongan dipercaya mempunyai kualitas yang bagus. Gerabah ini bisa Anda temukan dalam beragam bentuk mulai dari vas bunga, guci, lampu hias hingga asbak. Di tempat ini, Anda juga dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan gerabah mulai dari pembentukan tanah liat sampai dengan pembakaran dan pewarnaan.

10. Kaos Dagadu
Ada satu lagi yang wajib Anda bawa pulang untuk oleh-oleh dari Yogyakarta yaitu kaos Dagadu. Kaos Dagadu identik dengan plesetan lucu khas Yogyakarta yang dijamin bakal membuat Anda tertawa. Dagadu ini sendiri berasal dari bahasa Walikan atau bahasa gaul Yogyakarta, yang artinya "matamu". Hal ini kian jelas terlihat di logo kaos yang berbentuk mata.

Anda bisa menemukan atau membeli kaos ini di Ambarukmo Plaza, Mall Malioboro dan di daerah Pakuningratan yang merupakan lokasi pabrik kaos tersebut berada. Sekarang ini ada banyak sekali kaos abal-abal yang mencatut nama Dagadu. Biar tidak tertipu, ada baiknya Anda membeli di tiga tempat tersebut.

Oleh:  Upika Aspri Adhiyantie